12:14
Kalo dibaca dari judul diatas, pasti membuat sebagian orang bertanya-tanya? apa iya Presiden Harus Mengalah Kepada Rakyatnya? Kalo saya jawab bisa saja itu terjadi meskipun jarang sekali. Mau bukti? come on kang disimak.
Rombongan Kendaraan Kepresidenan yang membawa Presiden SBY Sabtu (20/2) pada pukul. 09.10 WIB hendak menuju Pekan Raya Jakarta (PRJ) untuk meresmikan program Gerakan Indonesia Menabung, rute yang dipilih adalah melewati Tol Wiyoto Wiyono dan secara mengejutkan pada KM 6,2 rombongan tersebut terhambat oleh Truk Pengangkut Air Mineral yang kebetuan beberapa waktu sebelumnya mengalami kecelakaan dan akhirnya terguling.
Truk berplat nomor B 9335 UA ini menurut informasi dari TMC (Traffic Management Centre) Polda Metro Jaya seperti dikutip detik.com (20/2) mengalami pecah ban pada bagian kanan sehingga mengalami ketidakseimbangan. Sementara posisi terakhir dari truk itu sendiri roda kirinya di atas dan kendaraannya melintang menutupi satu jalur jalan.
Rombongan yang turut serta membawa Menteri Keuangan Sri Mulyani E tersebut hampir 5 menit lamanya tertahan meski pasukan pengamanan presiden terus-terusan membunyikan sirenenya. Dan kejadian tersebut sempat memacetkan arus lalu lintas di sekitar lokasi tergulingnya truk akibat dari panjangnya rombongan kendaraan kepresidenan yang mencapai 100 m.
Ahambulillah meskipun dua jalur lalu lintas sekitar lokasi sempat ditutup untuk penanganan kecelakaan tunggal tersebut, namun kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Nah dari contoh diatas ternyata menggelitik saya sebagai seorang warga negara biasa, mungkin bagi pasukan pengamanaan presiden hal ini menjadi pelajaran yang amat sangat penting mengingat pengamanan Presiden masuk dalam kualifikasi VVIP. Barangkali Pimpinan yang bertanggung jawab atas Lalu Lintas di jalur tersebut akan kena semprot terkait kejadian diatas, walaupun Presiden sendiri saya yakin tidak terlalu mengangapnya sebagai masalah serius.
Beberapa kali kunjungan Presiden di daerah saya juga sempet membuat "denyut kehidupan" terhenti sejenak, karena jalan-jalan yang menjadi jalur Presiden sudah harus "bersih" satu jam atau bahkan lebih sebelum Presiden melewatinya. Pernah ada kejadian dimana seekor kambing lepas dan lari kearah jalan raya yang menjadi jalur presiden di daerah Kab. Lumajang. Meskipun termasuk kejadian accidental, hal itu membuat para petugas keamanan yang mengamankan kunjugan presiden tersebut merasa kecolongan, padahal sang Presiden sendiri mungkin tertawa melihat kejadian tersebut, karena tak hanya manusia yang antusias menyambut kehadirannya, tapi kambingpun juga menyambut kedatangannya walaupun dengan "caranya sendiri".
Kita tidak bisa menyalahkan petugas pengamanan presiden yang mengamankan jalur kunjungan Beliau meski saya yakin bagi sebagian pembaca yang pernah mengalaminya akan menjadi kesal karena perjalanan terganggu, namun hal tersebut sudah menjadi kewajiban para petugas pengamanan sebagaimana yang tertera di Undang-Undang dan Protokoler Kepresidenan untuk mengamankan Kepala Negaranya, untuk itu sudah seharusnya kita juga menghormati presiden kita karena Beliau yang kita pilih saat Pemilu kemarin, meskipun beberapa kali Presiden Harus Mengalah Kepada Rakyatnya. [agusta]
Presiden Harus Mengalah Kepada Rakyatnya
Rombongan Kendaraan Kepresidenan yang membawa Presiden SBY Sabtu (20/2) pada pukul. 09.10 WIB hendak menuju Pekan Raya Jakarta (PRJ) untuk meresmikan program Gerakan Indonesia Menabung, rute yang dipilih adalah melewati Tol Wiyoto Wiyono dan secara mengejutkan pada KM 6,2 rombongan tersebut terhambat oleh Truk Pengangkut Air Mineral yang kebetuan beberapa waktu sebelumnya mengalami kecelakaan dan akhirnya terguling.
Truk berplat nomor B 9335 UA ini menurut informasi dari TMC (Traffic Management Centre) Polda Metro Jaya seperti dikutip detik.com (20/2) mengalami pecah ban pada bagian kanan sehingga mengalami ketidakseimbangan. Sementara posisi terakhir dari truk itu sendiri roda kirinya di atas dan kendaraannya melintang menutupi satu jalur jalan.
Rombongan yang turut serta membawa Menteri Keuangan Sri Mulyani E tersebut hampir 5 menit lamanya tertahan meski pasukan pengamanan presiden terus-terusan membunyikan sirenenya. Dan kejadian tersebut sempat memacetkan arus lalu lintas di sekitar lokasi tergulingnya truk akibat dari panjangnya rombongan kendaraan kepresidenan yang mencapai 100 m.
Ahambulillah meskipun dua jalur lalu lintas sekitar lokasi sempat ditutup untuk penanganan kecelakaan tunggal tersebut, namun kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Nah dari contoh diatas ternyata menggelitik saya sebagai seorang warga negara biasa, mungkin bagi pasukan pengamanaan presiden hal ini menjadi pelajaran yang amat sangat penting mengingat pengamanan Presiden masuk dalam kualifikasi VVIP. Barangkali Pimpinan yang bertanggung jawab atas Lalu Lintas di jalur tersebut akan kena semprot terkait kejadian diatas, walaupun Presiden sendiri saya yakin tidak terlalu mengangapnya sebagai masalah serius.
Beberapa kali kunjungan Presiden di daerah saya juga sempet membuat "denyut kehidupan" terhenti sejenak, karena jalan-jalan yang menjadi jalur Presiden sudah harus "bersih" satu jam atau bahkan lebih sebelum Presiden melewatinya. Pernah ada kejadian dimana seekor kambing lepas dan lari kearah jalan raya yang menjadi jalur presiden di daerah Kab. Lumajang. Meskipun termasuk kejadian accidental, hal itu membuat para petugas keamanan yang mengamankan kunjugan presiden tersebut merasa kecolongan, padahal sang Presiden sendiri mungkin tertawa melihat kejadian tersebut, karena tak hanya manusia yang antusias menyambut kehadirannya, tapi kambingpun juga menyambut kedatangannya walaupun dengan "caranya sendiri".
Kita tidak bisa menyalahkan petugas pengamanan presiden yang mengamankan jalur kunjungan Beliau meski saya yakin bagi sebagian pembaca yang pernah mengalaminya akan menjadi kesal karena perjalanan terganggu, namun hal tersebut sudah menjadi kewajiban para petugas pengamanan sebagaimana yang tertera di Undang-Undang dan Protokoler Kepresidenan untuk mengamankan Kepala Negaranya, untuk itu sudah seharusnya kita juga menghormati presiden kita karena Beliau yang kita pilih saat Pemilu kemarin, meskipun beberapa kali Presiden Harus Mengalah Kepada Rakyatnya. [agusta]
Artikel Menarik Lainnya:
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)



22 Responses to “Presiden Harus Mengalah Kepada Rakyatnya”
jadi kita harus saling menghargai satu sama lain.
20 Februari 2010 12:21kunjungan perdana nich salam kenal
@angger: yoi bro. gak presiden gak rakyatnya, emang harus saling menghargai dan mengerti peran masing-masing.
20 Februari 2010 12:31hahaha..
20 Februari 2010 15:26wah jarang-jarang presiden disuruh nunggu kaya gitu..
@ambar: wkakakak, apalagi yg dibikin geger kambing, gimana ya kira2 ekspresi wajah presiden?
20 Februari 2010 15:38selamat malam kwan, terus berkarya dengan postinganmu yang mantab... ok
20 Februari 2010 20:27selamat malam kwan, terus berkarya dengan postinganmu yang mantab... ok
20 Februari 2010 20:32@rumah tiara: wah nampaknya saat ngirim komentar ada masalah nih sampai dikirim 2 kali. tapi makasih itu menandakan apresiasi yang tinggi terhadap artikel saya. dan saya patut mengucapkan terima kasih kepada sobat tiara.
20 Februari 2010 21:04Butul thu...........
20 Februari 2010 21:27presiden kan wakil rakyat. ya wajarlah harus melayani dan mengalah ama rakyatnya.............
20 Februari 2010 21:28@harri: butul butul butul. hehehe
20 Februari 2010 21:31@elsoul: setuju, harus ngalah pokoknya, wkakakak
presedin kan juga manusia,,
20 Februari 2010 22:09mantaps..... jadi pengamat politik yah???? wkwkwkwkwkwkw
20 Februari 2010 22:58Wah.. ehehe.. aku gak terlalu ngerti masalah yang nyerempet politik gini.. ihihi
20 Februari 2010 23:23Tapi lucu juga.. :D
@dogan: lha emangnya selama ini kamu kira apa sob?
20 Februari 2010 23:44@fresh blogger TG: gak ada politiknya mas, itu mah kebetulan kejadian yang jarang banget. makanya tak angkat jadi postingan
@oemar: gak nyerempet blas bro. hehe
hoho.. saya juga sering mengalami nih.. tapi lha wong gimana lagi, toh mereka punya kepentingan yg lebih penting drpd aku.. ya udah deh.. relakan aja..
21 Februari 2010 01:16@joddie: hehe, warga negara yang baik ya mas. sama aku juga kalo ada gitu-gituan lebih sering vuek. lha gmn gak cuek wongg akunya ada dirumah nonton tv. wkakakakak
21 Februari 2010 07:07Terimakasih infox, sy baru tau klu jalan-jalan yang menjadi jalur Presiden sudah harus "bersih" satu jam atau bahkan lebih sebelum Presiden melewatinya. Soalx daerah terpencil sy g' pernah kedatangan pak presiden.
24 Februari 2010 01:17@indahnya berbagi: insya Alla suatu saat Bapak Presiden akan berkunjung ke daerah sahabatku yg baik ini. Mohon maaf kalo saya yg miskin informasi tentang blog anda. Tapi alangkah baiknya apabila sahabatku ini sesekali atau bahkan beberapa kali mereview daerah sahabatku ke public, dengan begitu masyarakat semakin tahu daerah sahabatku dan barangkali presiden tergerak hatinya utk berkunjung.
24 Februari 2010 05:21hmmmmmmm politik2... gak ku seneng... berhubung sahabat terbaik yang pos aku smangat untuk membacanyaaa uhuiiiiiiiiiii SEMANGAT YAAA
24 Februari 2010 20:57apapun undang2 di negara kita.... harus lah kita mentaati nya, demikian juga hanya laluan buat presiden..
26 Februari 2010 19:52hayoooo semangat :)
salam kenal sobat.. dan kayaknya kunjungan perdanaa nih
I just want to say that It was very good post, it helped me in finding a good affiliate.
27 Februari 2010 06:37@ade: makasih sob.
27 Februari 2010 08:59@informasi ayam: salam kenal juga bro.
@cobre panama: thanks for leave a commenet, i'm so appreciate with that.
Poskan Komentar
Komentar yang baik ya, gak Sesuai EYD gapapa yang penting ikhlas. Biar dapet PAHALA ;)