rss

Selasa, 16 Februari 2010

Tarif Gratis Berbagai Operator Seluler DISTOP

Yups, saya tidak bohong dan tidak sedang memberikan kabar burung, alias kabar yang kabur. Mulai kini atau lebih tepatnya mulai tgl. 15 Februari 2010 pkl. 00.00 WIB Operator Seluler Tidak Memberikan Tarif Gratis Lagi kepada para pelanggannya, seperti dikutip dari jawapos (16/2) bahwa Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengeluarkan peraturan larangan promosi tarif gratis kepada Operator Seluler yang sedang berpromosi program tarif gratisnya, baik melalui media massa maupun elektronik.
Dan syukur alhamdulillah larangan tersebut direspon positif oleh para Operator Seluler seperti Indosat, XL dan Telkomsel yang memberikan statement kesanggupannya untuk menarik semua promosi tarif gratis di berbagai media baik massa maupun elektronik. Lanjut larangan yang dikeluarkan oleh BRTI adalah tarif gratis lintas operator (off net) yang memang pada dasarnya dinilai oleh berbagai pihak termasuk Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno sebagai bentuk kompetisi yang tidak fair. "Adanya tarif gratis di SMS misalnya, maka traffict akan dibebankan kepada operator penerima. Misalnya, seseorang mengirim SMS dengan tarif gratis menggunakan operator A kepada operator B. Di sini, pihak operator B mengalami kerugian karena menerima beban traffict dari operator A," jelasnya.

Sedangkan menurut Sekretaris Jenderal ATSI (Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia) Dian Siswarini mengatakan bahwa pemberlakuan larangan tarif gratis itu hanya berlaku untuk layanan SMS. Tidak untuk layanan voice (telepon). Patut dicermati oleh pembaca sekalian, dengan adanya tarif gratis yang diberlakukan oleh para Operator Seluler secara tidak langsung memberikan dampak buruk terhadap kehidupan berkomunikasi kita, kita diajarkan untuk bersikap konsumtif dengan memberikan tarif murah bahkan gratis, namun kualitas yang diberikan oleh Operator Seluler tidak seperti yang kita harapkan, kejadian tersebut juga sering saya alami seperti kualitas suara yang kurang maksimal, tertundanya pengiriman sms bahkan ada yang tidak terkirim sampai pemberlakuan peraturan death automatically saat kita sedang berbicara di telepon.

Nah, tampaknya para Operator Seluler di Indonesia harus lebih dewasa dalam menentukan program-programnya demi kepuasan masyarakat Indoensia, karena sebagai ujung tombak kehidupan berkomunikasi bagi masyarakat luas, sudah seharusnya mereka memberikan pelayanan yang maksimal tanpa harus mengiming-imingi masyarakat dengan berbagai promo tarif murah dan gratis. Justru hal tersebut secara tidak langsung memberikan efek pendidikan yang negatif dengan mengajarkan masyarakat memilih produk yang murah tapi murahan daripada membeli produk yang sedikit lebih mahal namun kualitasnya baik. [agusta27]

KursusMandiri.com

Blog Ini Turut Berpartisipasi Dalam Kontes SEO

Bisnis Online Rahasia Dahsyat Hidup Sukses Dan Uang Melimpah

Investasi Online Terbaru Dan Tercepat

Share/Save/Bookmark
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di agusta27.info


Simak Artikel Menarik Lainnya Disini




14 komentar:

Nadja Tirta on 16 Februari 2010 14:21 mengatakan...

Memang sesuatu yang gratis dan murah selalu lebih menarik konsumen, tapi sudah waktunya kita mengutamakan kualitas di segala aspek kehidupan. Majulah Indonesia :)

ghielz on 16 Februari 2010 21:45 mengatakan...

wah masa di stop, padahal lumayan nie pake m3 tiap hari dapet 50 sms gratis ....... mana lagi bokek lagi :(

agusta27 on 17 Februari 2010 17:24 mengatakan...

@nadja: sip betul bro. mulai sekarang harus berprinsip murah itu mahal, hehe

@ghielz: hehe, gapapa bro. ane denger2, biarpun udah distop, tapi tarifnya masih murah koq

EL_SOUL on 18 Februari 2010 17:39 mengatakan...

Adanya tarif gratis di SMS misalnya, maka traffict akan dibebankan kepada operator penerima. Misalnya, seseorang mengirim SMS dengan tarif gratis menggunakan operator A kepada operator B. Di sini, pihak operator B mengalami kerugian karena menerima beban traffict dari operator A," jelasnya.

itu maksudnya apa ya? beban trafic dibebankan ke operator penerima???

agusta27 on 18 Februari 2010 17:43 mengatakan...

@el soul: hehe, gini sob. no ente simpati sedangkan no ane im3, lha im3 ane tiap hari dapag gratis 100 sms, dan kalau gak dipakai, terbuang percuma. lha akhirnya ane pake buat sms ente aja 100 kali dan no simpati ente bakal kelebihan beban trafik karena manerima sms ane sebanyak itu, belum lg dr no. yang lain.

nah cuma itu yang bisa ane kasih tahu, kalo lebih jelasnya tanya aja ama CS operator seluler masing-masing, hehe

Pekanbaru Riau On The Net on 18 Februari 2010 18:56 mengatakan...

skarang banyak operator yg nyepam lewat SMS ... upss...

agusta27 on 18 Februari 2010 19:00 mengatakan...

@pekanbaru: haha, ternyata gak cuma para blogger yang nyepam ya??? makasih udah komen sob

wandhe on 19 Februari 2010 10:11 mengatakan...

waw!!!!!!!!!!!!

Muchlisin on 19 Februari 2010 11:00 mengatakan...

Seringkali promosi telpon membuat banyak orang 'kecewa" soalnya di balik harga yang murah (saat promo) ada "syarat dan ketentuan berlaku" yang tidak dipublikasikan dengan jelas. Salam ukhuwah.

Parenting on 19 Februari 2010 11:02 mengatakan...

Info yang mantab, khususnmya bagi pemegang ponsel ^_^

mas bayu on 19 Februari 2010 12:57 mengatakan...

waduh kasian juga yang nga bisa pake gratisan ya

info teknologi komputer on 19 Februari 2010 13:06 mengatakan...

info mantap bro...

denadnan on 19 Februari 2010 13:08 mengatakan...

info yang bermanfaat dan aku suka...

agusta27 on 3 April 2010 18:25 mengatakan...

@wandhe: wawww :D

@Muchlisin: begitulah strategi marketing yg kurang fair sob :(

@parenting: sip, sama-sama kawan :D

@mas bayu: hehe, gratis koq terus wkakakakakak :O

@ITK: mantab juga kawan komennya :D

@denadnan: aku juga suka karena kamu suka kawan :$


Poskan Komentar

Komentar yang baik ya, gak Sesuai EYD gapapa yang penting ikhlas. Biar dapet PAHALA ;)

Recent Posts

Lalu Lintas Pengunjung

Site Meter