22:19
Tepat saat saya memposting tulisan ini, Rapat Paripurna DPR membahas Kasus Century masih berlangsung secara alot setelah tertunda selama 7,5 jam untuk waktu lobi yang dilakukan seluruh fraksi-fraksi DPR RI.
Dan diluar gedung, rakyat yang diwakili oleh elemen Mahasiswa, LSM dan pengamat-pengamat politik menunggu keputusan akhir dari Rapat Paripurna ini.
Beberapa jam sebelumnya juga terjadi demo ricuh di depan Gedung Senayan antara demonstran dengan Aparat Kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya Rapat Paripurna tersebut. Begitupun kemarin (02/03) terjadi juga demo yang berujung bentrok antara Demonstran dengan Aparat Kepolisian sampai-sampai ada yang dibawa untuk dimintai keterangan karena diduga menjadi dalang provokator terhadap timbulnya aksi ricuh terebut. Dan kalau kita lihat di berbagai media televisi yang menyiarkan secara live demo tersebut, disebutkan bahwa demo sore hari ini (03/03) tiga orang pengunjuk rasa mengalami luka karena terkena water canon yang disemprotkan oleh petugas, juga tak ketinggalan di pihak Petugas Kepolisian satu orang terkena luka akibat lemparan pengunjuk rasa.
Nah, meskipun ricuh, tampaknya Drama Kasus Century sudah mulai menampakkan titik jelas setelah memakan waktu dan tenaga yang begitu melelahkan, tidak hanya bagi Anggota DPR yang tergabung dalam Pansus Century, tapi seluruh Rakyat Indonesia yang secara "tidak sengaja" ikut menonton Drama yang disebut-sebut ratingnya mengalahkan sinetron-seinetron populer tanah air. Memang apapun opsi yang ditawarkan nantinya tetap berujung pada proses hukum adminstratif maupun tindak pidana tergantung dari mana kita melihatnya, tapi biarlah itu menjadi urusan-urusan orang yang berwenang menanganinya. Kita sebagai rakyat hanya bisa menonton dan mengawal berlangsungnya setiap proses yang dijalankan oleh para pejabat maupun wakil kita di Jakarta sana.
Lantas, pertanyaan yang muncul mungkin adalah " apakah yang harus kita lakukan dengan Kasus Century diatas?". Apabila anda bertanya seperti itu kepada saya, saya hanya bisa menjawab bahwa apa yang terjadi di Jakarta sana tidak akan terlalu berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang ada di daerah-daerah, jadi teruslah menjalani aktivitas seperti biasa karena pada dasarnya kita tidak sejahtera karena Presiden kita, kita tidak sejahtera karena Gubernur kita, kita tidak sejahtera karena Bupati atau Walikota yang kita pilih, tapi kita sejahtera karena Tuhan berkehendak dan diri kita yang mengusahakan hal itu dapat terjadi. Pernahkan anda berpikir bahwa ternyata memilih si A ataupun si B tidak ada pengaruhnya dengan kehidupan kita? kita tidak lantas bisa kaya hanya karena memilih si A untuk menjadi pemimpin kita, begitu pula sebaliknya kita tidak akan langsung jatuh miskin hanya dipimpin oleh orang yang tidak kita pilih.
Drama Kasus Century yang sudah menyita waktu kita selama kurang lebih 2 bulan terakhir ini nampaknya harus disikapi dengan bijak dan arif. Apapun yang terjadi dengan mereka yang ada di Jakarta sekali lagi tidak akan terlalu berpengaruh dengan kita yang ada di daerah, kalaupun ada hanya sebatas kejengkelan kita karena setiap hari yang tampil di televisi selalu artis dadakan yang pada 9 April 2009 dulu kita pilih dalam Pemilu Legislatif, berteriak-teriak di Gedung Senayan, bahkan tak jarang mereka bernyanyi sambil tertawa yang sudah barang tentu menertawakan dirinya sendiri.
Dan sekali lagi saya hanya dapat memberikan saran bahwa keberlangsungan kehidupan masyarakat secara luas pada dasarnya tidak terlalu terpengaruh oleh Drama Century yang sedang memanas di Gedung Senayan, coba lihat saja meskipun Rapat Paripurna Century alot dan masing-masing fraksi ngotot-ngototan mempertahankan argumennya, setiap pagi para penjual sayur tetap dengan gigih berangkat ke pasar untuk meneruskan kehidupannya, setiap pagi pula anak-anak masih mencium tangan kedua orang tuanya untuk berpamitan menuju ke sekolah, dan setiap hari petugas kebersihan jalan masih dengan pekerjaannya membersihkan jalan untuk menjaga keasrian jalanan di kotanya. Jadi biarlah yang terjadi di Jakarta sana hanya menjadi tontonan setiap hari saat kita menyalakan televisi, biarlah para pejabat yang berwenang melaksanakan kewajibannya untuk menyelesaikan kasus ini dan biarlah semua berlalu sesuai dengan kehendak-Nya mau dijadikan apa bangsa ini kedepannya, meskipun apa yang terjadi dengan bangsa ini kedepan adalah sepenuhnya tanuggung jawab kita bersama. [agusta27]
Kasus Century Diwarnai Aksi Ricuh Demonstran
Dan diluar gedung, rakyat yang diwakili oleh elemen Mahasiswa, LSM dan pengamat-pengamat politik menunggu keputusan akhir dari Rapat Paripurna ini.
Beberapa jam sebelumnya juga terjadi demo ricuh di depan Gedung Senayan antara demonstran dengan Aparat Kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya Rapat Paripurna tersebut. Begitupun kemarin (02/03) terjadi juga demo yang berujung bentrok antara Demonstran dengan Aparat Kepolisian sampai-sampai ada yang dibawa untuk dimintai keterangan karena diduga menjadi dalang provokator terhadap timbulnya aksi ricuh terebut. Dan kalau kita lihat di berbagai media televisi yang menyiarkan secara live demo tersebut, disebutkan bahwa demo sore hari ini (03/03) tiga orang pengunjuk rasa mengalami luka karena terkena water canon yang disemprotkan oleh petugas, juga tak ketinggalan di pihak Petugas Kepolisian satu orang terkena luka akibat lemparan pengunjuk rasa.
Nah, meskipun ricuh, tampaknya Drama Kasus Century sudah mulai menampakkan titik jelas setelah memakan waktu dan tenaga yang begitu melelahkan, tidak hanya bagi Anggota DPR yang tergabung dalam Pansus Century, tapi seluruh Rakyat Indonesia yang secara "tidak sengaja" ikut menonton Drama yang disebut-sebut ratingnya mengalahkan sinetron-seinetron populer tanah air. Memang apapun opsi yang ditawarkan nantinya tetap berujung pada proses hukum adminstratif maupun tindak pidana tergantung dari mana kita melihatnya, tapi biarlah itu menjadi urusan-urusan orang yang berwenang menanganinya. Kita sebagai rakyat hanya bisa menonton dan mengawal berlangsungnya setiap proses yang dijalankan oleh para pejabat maupun wakil kita di Jakarta sana.
Lantas, pertanyaan yang muncul mungkin adalah " apakah yang harus kita lakukan dengan Kasus Century diatas?". Apabila anda bertanya seperti itu kepada saya, saya hanya bisa menjawab bahwa apa yang terjadi di Jakarta sana tidak akan terlalu berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang ada di daerah-daerah, jadi teruslah menjalani aktivitas seperti biasa karena pada dasarnya kita tidak sejahtera karena Presiden kita, kita tidak sejahtera karena Gubernur kita, kita tidak sejahtera karena Bupati atau Walikota yang kita pilih, tapi kita sejahtera karena Tuhan berkehendak dan diri kita yang mengusahakan hal itu dapat terjadi. Pernahkan anda berpikir bahwa ternyata memilih si A ataupun si B tidak ada pengaruhnya dengan kehidupan kita? kita tidak lantas bisa kaya hanya karena memilih si A untuk menjadi pemimpin kita, begitu pula sebaliknya kita tidak akan langsung jatuh miskin hanya dipimpin oleh orang yang tidak kita pilih.
Drama Kasus Century yang sudah menyita waktu kita selama kurang lebih 2 bulan terakhir ini nampaknya harus disikapi dengan bijak dan arif. Apapun yang terjadi dengan mereka yang ada di Jakarta sekali lagi tidak akan terlalu berpengaruh dengan kita yang ada di daerah, kalaupun ada hanya sebatas kejengkelan kita karena setiap hari yang tampil di televisi selalu artis dadakan yang pada 9 April 2009 dulu kita pilih dalam Pemilu Legislatif, berteriak-teriak di Gedung Senayan, bahkan tak jarang mereka bernyanyi sambil tertawa yang sudah barang tentu menertawakan dirinya sendiri.
Dan sekali lagi saya hanya dapat memberikan saran bahwa keberlangsungan kehidupan masyarakat secara luas pada dasarnya tidak terlalu terpengaruh oleh Drama Century yang sedang memanas di Gedung Senayan, coba lihat saja meskipun Rapat Paripurna Century alot dan masing-masing fraksi ngotot-ngototan mempertahankan argumennya, setiap pagi para penjual sayur tetap dengan gigih berangkat ke pasar untuk meneruskan kehidupannya, setiap pagi pula anak-anak masih mencium tangan kedua orang tuanya untuk berpamitan menuju ke sekolah, dan setiap hari petugas kebersihan jalan masih dengan pekerjaannya membersihkan jalan untuk menjaga keasrian jalanan di kotanya. Jadi biarlah yang terjadi di Jakarta sana hanya menjadi tontonan setiap hari saat kita menyalakan televisi, biarlah para pejabat yang berwenang melaksanakan kewajibannya untuk menyelesaikan kasus ini dan biarlah semua berlalu sesuai dengan kehendak-Nya mau dijadikan apa bangsa ini kedepannya, meskipun apa yang terjadi dengan bangsa ini kedepan adalah sepenuhnya tanuggung jawab kita bersama. [agusta27]
Artikel Menarik Lainnya:
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


13 Responses to “Kasus Century Diwarnai Aksi Ricuh Demonstran”
Provokator muncul lagi di sidang....wah..bisa bahay tuh
3 Maret 2010 23:39jiiahhh
3 Maret 2010 23:59kapan kasus century bisa selesaii...
males ahh ngurusi org yg ricuhh,,hehehe
sob.. ngapain u pegang kelapa.. eh kepala.. u yg pake baju ungu-kan.. hehehe.. ;D
4 Maret 2010 00:12agh.. buntut2nya ternyata tetap pakai voting, dan yg terpilih malah opsi c, dinyatakan terjadi penyimpangan..wkwkw..
4 Maret 2010 02:12seru juga nih politik kedepannya, para partai koalisi malah saling bertentangan..
Mau jadi apa bangsa indonesia kalau keadaanya begini
4 Maret 2010 09:53thx infonya kawand
Pr Yang Harus Diselesaikan
@tomo: provokator selalu ada dimana-mana sob
4 Maret 2010 11:33@VAN: suatu saat nanti Insya Allah selesai kawan.
@karlz: sssttttt, kan ane udah bilang jangan bilang siapa2. hehe
@Dimas; politik itu dinamis sob. maksudnya mencla mencle. wkakakakak
@Muhammad Rizal: Mau jadi bangsa yang besar pastinya suatu saat nanti:)
betull provokator ada dimane-mane ^^
4 Maret 2010 11:45jangan terprovokasi makanye
nich senggolan + visit back yaaa
iyaa provokator mank ade di mane2x mangkanye jangan terprovokasiii ^^
4 Maret 2010 11:46nichh senggolan dari ane, visit back yaaa
Wah, tampaknya negara kita sedang sangat HEBOH menghadapi kasus bank century. Jika melihat di koran-koran, televisi, bahkan sampai radio sekalipun semuanya sedang "hangat" dengan kasus ini.
4 Maret 2010 20:45Bank yang diharapkan dapat dipercaya oleh masyarakat BANYAK, ternyata GAGAL memegang kepercayaan itu. Akibatnya sungguh 'miris' banyak pihak dirugikan. Uang yang ditabung sekian LAMA, hilang lenyap tak berbekas.
Semoga kasus 'bank century' ini bisa segera diselesaikan dan banyak pihak dapat memperoleh haknya yang seadil-seadilnya!
Lam kenal!
Cara Buat Blog
@sealkazz: memang provokator selalu ada dimana-mana sob.
4 Maret 2010 22:41@cara membuat blog: amin, semoga cepat selasai.
wah...sedap ni infonya..napa ya sering ricuh,padahal kericuhan itu kan gak baik...
16 Maret 2010 10:25salam Blogger Indonesia,http://gr4tisan.blogspot.com
@blogger indonesia: betul sob. ricuh itu gak baik untuk kesehatan :D
16 Maret 2010 10:54hm.. dulu banyak orang berkomentar "eh.. jarang ricuh, kayak tukang becak aja" namun sekarang banyak orang yang berkomentar "eh.. jangan ricuh, kayak mahasiswa aja" intinya adalah: dmonstrasi yang di lakukan oleh mahasiswa atau elemen masyarakat sah sah saja dilakukan untuk menyalurkan aspirasinya.. namun, tak ada alasan anarkisme untuk terjadi pada saat demonstrasi..
16 Maret 2010 11:06Poskan Komentar
Komentar yang baik ya, gak Sesuai EYD gapapa yang penting ikhlas. Biar dapet PAHALA ;)