Informasi Terbaru

09:10

PSSI Mengakali Peraturan FIFA

PSSI Banyak Mengakali Peraturan FIFA, mungkin itulah yang menyebabkan Sepak Bola kita stagnant alias jalan di tempat. Sudah jadi rahasia umum bahwa organisasi yang menaungi sepak bola nasional tersebut kerap kali bertindak inkonsisten.
Banyak sekali peraturan yang berubah-ubah tanpa kejelasan yang bisa dipertanggung jawabkan. Bukannya saya sok tahu, kalaupun dipercayai jadi salah satu pengurus PSSI pun belum tentu saya bisa amanah. Tapi alangkah bijaknya apabila kesalahan-kesalahan tersebut jangan diulang-ulang.

Mari kita simak dua fakta yang mungkin selama ini belum dikatahui publik secara luas seperti yang saya kutip dari Media Jawa Pos edisi Senin (15/3).

Pertama
PSSI merubah statuta standart FIFA pasal 32 butir 4 tertulis "They ..., must not have been previously found guilty of a criminal offense..." Kalimat tersebut apabila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia akan berbunyi seperti ini " Siapapun yang pernah terlibat dalam tindak pidana kriminal tidak diperbolehkan menjadi Ketua Umum PSSI dan Anggota Komite Eksekutif PSSI". Tapi tahukah anda bahwa pada draft statuta terbaru PSSI pasal 35 butir 4 dalam versi bahsa inggris kalimat "have been previously" diihilangkan dari yang semula "They ..., must not have been previously found guilty of a criminal offense..." menjadi "They ..., must not found guilty of a criminal offense..."


Hal itu dapat memberikan makna yang berbeda, dan apabila diartikan dalam Bahasa Indonesia akan bermakna seperti ini "harus tidak dinyatakan bersalah atas suatu tindakan kriminal" dan tidak itu saja, PSSI juga menambahkan kalimat seperti ini dibelakangnya "pada saat kongres". Alhasil jadilah Nurdin Halid yang pernah dipenjara selama 2 tahun atas kasus pendistribusian Minyak Goreng Bulog senilai Rp. 169,7 M duduk sebagai Ketum PSSI pada pemilihan Ketum saat Munaslub di Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara tanggal 19-21 April 2009 sampai sekarang.


Kedua
Inkonsistensi peraturan dasar PSSI kembali terjadi pada pasal penyusunan anggota komite eksekutif, seharusnya Anggota Komite Eksekutif hanya beranggotakan 11 orang, dengan rincian satu Ketum, satu Wakil Ketum dan sembilan Anggota. Namun nyatanya Anggota Komite Eksekutif PSSI berjumlah 14 orang dengan satu Ketum dijabat oleh Nurdin Halid, satu Wakil Ketum diduduki oleh Nirwan Bakrie dan 12 Anggota, mereka berkilah bahwa pembelakuan peraturan dasar tersebut pada tahun 2011. Tapi tahukah anda pada saat Kongres terakhir PSSI di Bandung lalu memberikan laporan bahwa agenda sudah disesuaikan semua peraturan dasar terbaru.


Nah kalau dilihat dari dua contoh sepele diatas, rasanya tak salah jika Timnas kita semakin terbenam diantara negara-negara tetangga yang mulai bangkit persepakbolaannya. Aneh memang apabila dipikir-pikir dengan akal sehat. Saya yakin para pengurus PSSI sudah paham bahwa jika ingin profesional harus fokus terhadap satu hal yang dia geluti. Nah kalau sukanya merangkap jabatan seperti Pak Nurdin Halid dan mungkin beberapa pengurus PSSI lainnya. Apa bisa fokus sama Sepak Bola Indonesia??? Rasanya diri ini sangat ingin melihat Timnas Indonesia terbang melambung tinggi diangkasa seperti lambang Garuda Di Dada kiri setiap pemain Timnas, meskipun emosi ini tak pernah stabil kala melihat pertandingan Timnas, tapi jangan kalian kecewakan kami para pecinta sepak bola di seluruh Tanah Air dengan ketidak becusanmu mengelola PSSI.

Kami Cinta Indonesia dan Sampai Kapanpun Akan terus mendukung Indonesia meskipun Garudaku Belum Bisa Terbang Tinggi Melintasi Angkasa yang luas ini. Salam Blogger Indonesia [agusta27]

This Post Support Link:
Sebar Iklan Baris Gratis Radhityanotes.com

Artikel Menarik Lainnya:

16 Responses to “PSSI Mengakali Peraturan FIFA”

aryanto aj :

sedih memang melihat pssi dan sepak bola di indonesia, dimana rasa malu kita padahal sudah banyak pemain asing yang mau bermain di indonesia....saya pikir pengurus pssi harus orang yang mengerti dan total di dunia persepak bolaan...majulah indonesia

16 Maret 2010 10:33

agusta27 :

@aryanto: untung ane gak ikut liat timnas vs oman kemarin sob. coba kalo liat, ane bakalan duet ama hendri mulyadi tuh. dan pasti bobol gawngnya oman tuh :D

16 Maret 2010 10:38

†s@gung† :

gw bingung mau lomentar apa ????

16 Maret 2010 11:01

agusta27 :

@†s@gung†: ane yang bingung balas koomen apa :D

16 Maret 2010 11:32

Pencari Inspirasi :

Bangkitlah Negeriku.... kasihan sepakbola ku.... awan kelabu belaum juga pergi....

16 Maret 2010 11:34

berita bola :

gimanapun caranya, semua cara harus disapkan, plan A gagal, gunakan plan B...dst

16 Maret 2010 11:34

Azhar A.K.A Mas Kumis :

Infonya keren mas!!! makasih

http://www.vip-maskumis.co.cc

16 Maret 2010 11:36

mas doyok :

menurut saya liga indonesianya sudah makin bagus dan jauh berkembang
lihat aja permainan tim tim ISL yg mantap abis

opera operan sudh terusun dan skeamtik gak seperti duul

cuma mentok di timnasnya pengelolaanya

16 Maret 2010 12:25

mas doyok :

komen panjang panjang kok ndak keluar

16 Maret 2010 12:27

agusta27 :

@pencari inspirasi: udah gak awan kelabu lagi sob. nih uda ujan :(

@beritabola: ane pake plan c aja bang :D

@mas kumis: makasih mas :D

@mas doyok: setuju. timnas yang ngelola payah mas :(

16 Maret 2010 14:27

ureh :

kalau menurut saya,misal ketumnya bukan NH,bakal banyak klub yg ketahuan boroknya,soalnya kartu ASnya di NH.ya inilah realita sepakbola Indonesia,miris liatnya.

16 Maret 2010 17:27

agusta27 :

@ureh: wah berarti masih banyak borok yang perlu diobati donk sob :(

16 Maret 2010 18:07

gak mutu :

PSSI adalah milik NH, bukan milik rakyat Indonesia, jadi segala cara dilakukan demi PSSI menjadi milik NH, selama dipegang NH tidak ada satu prestasipun yang dapat dibanggakan dari timnas ...

17 Maret 2010 01:53

agusta27 :

@gak mutu: susah kalo ngurusi orang satu itu :(

17 Maret 2010 02:07

SPH :

memang menyedihkan nasip timnas kita ini. merekayg sudah berusaha mati2an untuk membela dan mengharumkan nama bangsa ini menjadi sia2 karena ulah dari oknum tertentu. dan menyedihkannya lagi oknum tersebut merupakan orang dalam sendiri. mereka hanya bisa berkata manis di awak media namun nyatanya semua hanya bullshit. maaf kalau kata2 ini menyinggung namun saya hanya mengungkapkan rasa kekecewaan saya untuk mewakili masyarakat indonesia tercinta ini.

24 Maret 2010 01:49

agusta27 :

@SPH: mantab, biarin aja sob tersinggung, nih ane tambahin. bullshit tuh mereka. bisanya mengkondisikan seolah2 PSSI gak kenapa2, dasar jiwa2 politikus!!!

24 Maret 2010 01:57

Poskan Komentar

Komentar yang baik ya, gak Sesuai EYD gapapa yang penting ikhlas. Biar dapet PAHALA ;)